 |
credit |
Cinta.......
Engkau bak angin yang bertiup sepoi-sepoi
Hembusanmu meneduhkan jiwa
Bisikanmu menghangatkan relung sanubari
Namun.....kau tak ubahnya air hujan yang turun tiba-tiba
Setiap tetesanmu membuat hati terpana
Tersentak seolah diam tak bergeming
Hanya hati yang bicara, antara bimbang dan ragu
Disaat hati telah menyatu
Bisikanmu memabukkan jiwa
Membuat seisi jagad raya terbius oleh aroma kembang setaman
Hingga kau acuhkan yang lain
Sayang.....kau tak selamanya indah dalam bayangan
Biasmu membuat jiwa ngelangut, antara riang dan lara
Pendarmu yang merekah membawa hati berkelana hingga riang menyertaimu
Sinarmu yang redup menyimpan lara yang tak mungkin terusir
Akankah hati mematung dalam seonggok cinta yang tak berarah?
Andai setiap insan tahu laju perahu cintanya
Tak mungkin harapannya tertumpu pada cinta yang padam
Sayang, cinta bukanlah kompas.
Satu harap untuk sebuah cinta
Semoga ia abadi dalam nadir setiap insan
bersemayam indah penghias taman hati
Menjadi perisai tuk bersatunya dua hati yang bergejolak
Denpasar, 18 Januari 2014
Sang Penebar Cinta